Minggu, 25 Januari 2009

Telkomsel Sabet 2 Blok di Tender Telepon Pedesaan


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta
- Dua dari tujuh blok tender telepon pedesaan (USO) sudah memunculkan pemenang. Wilayah tersebut adalah blok II dan VII yang akhirnya dimenangkan Telkomsel.

Pengukuhan Telkomsel sebagai pemenang dari dua blok tersebut dituangkan melalui surat 01/M.Kominfo/1/2009 dan 02/M.Kominfo/1/2009 tertanggal 7 Januari 2009 yang ditandatangani Menkominfo Mohammad Nuh.

Pada blok II yang terdiri dari Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi (WPUT) 2 dan 3, Telkomsel memberikan harga penawaran Rp 333.070.219.110. Sementara untuk blok VII penawaran yang diajukan operator seluler terbesar di Indonesia ini senilai Rp 201.070.814.184.

Paket blok II yang berada di WPUT 2 mencakup wilayah Jambi dengan 751 desa, Riau (701 desa), Kepulauan Riau (90 desa) serta Kepulauan Bangka Belitung (141 desa). Untuk Paket II yang berada di WPUT 3 meliputi Bengkulu (969 desa), Sumatera Selatan (1752 desa) dan Lampung (793 desa).

Adapun wilayah yang bakal digarap Telkomsel dari paket blok VII antara lain Banten (530 desa), Jawa Barat (1038 desa), Jawa Tengah (1551 desa), Daerah Istimewa Yogyakarta (19 desa) dan Jawa Timur (1436 desa).

Dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (8/1/2009), panitia seleksi juga memberikan masa sanggahan atas keputusan tersebut terhitung mulai 9 Januari 2009 hingga 15 Januari 2009 pukul 15.30 WIB. ( ash / rou )

Ardhi Suryadhi - detikinet

Wimax Tidak Tumpang Tindih dengan Telepon Desa


Jakarta - Pemerintah memastikan jaringan Broadband Wireless Access (BWA) dengan teknologi Wimax yang lisensinya akan ditender April 2009 mendatang, tak akan tumpang tindih dengan program telepon desa Universal Service Obligation (USO).

Hal itu ditegaskan Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Sabtu (24/1/2009).

Lisensi BWA akhirnya siap ditender tiga bulan dari sekarang, sejak Menkominfo Mohammad Nuh menandatangani dua Peraturan Menteri (Permen) dan dua Keputusan Menteri (KM) terkait BWA awal pekan ini. Sebelumnya, tender dijanjikan akan dibuka Desember tahun lalu.
Zona tender akan dibagi menjadi 15 wilayah, yakni Sumatera Bagian Utara, Tengah, dan Selatan, Jabodetabek, Jawa Bagian Barat, Tengah, dan Timur, Bali Nusa Tenggara, Papua, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Bagian Selatan dan Utara, Kalimantan Bagian Barat dan Timur, serta Kepulauan Riau.

Jika merujuk pada zona wilayah yang dimaksud, secara tidak langsung area tersebut bersinggungan dengan tujuh paket yang ditender secara beauty contest lewat program pengadaan sarana telekomunikasi pedesaan USO. Terlebih, pemenang USO akan mendapatkan lisensi jaringan tetap serta lisensi BWA dengan akses terbatas di daerah rural.

"Tak akan tumpang tindih, justru saling melengkapi," kata Gatot, saat dihubungi lewat telepon.
Saat rencana awal pengembangan BWA, Ketua Tim Penyelenggaraan BWA, Suhono Harso Supangkat, menyebutkan ada 100 Mhz pita frekuensi yang bisa ditender di pita 2,3 GHz dan 3,3 GHz. Dari kedua pita tersebut, 75 persen akan dialokasikan untuk BWA Nomadic, sementara 25 persen bagi BWA Mobile.

Masih kata Suhono, tender akan digelar untuk tiap region atau wilayah. Di tiap wilayah, akan dipilih delapan operator untuk memenangkan lisensi yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar layanan broadband dengan teknologi Wimax.

"Tiap operator di satu wilayah berkesempatan memenangkan pita BWA selebar 12,5 MHz," tandasnya kepada detikINET, beberapa waktu lalu.
( rou / rou )

Achmad Rouzni Noor II - detikinet

September, e-Indonesia Start di Pedesaan


M. Nuh (inet)

Jakarta - September 2009 nanti, sedikitnya lima zona wilayah Indonesia di sektor pedesaan sudah bisa terhubung penuh lewat akses teknologi komunikasi informasi.

Demikian harap Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, ketika menjelaskan soal tender telekomunikasi Universal Service Obligation (USO) di Gedung Depkominfo, Jakarta, Rabu (7/1/2009).

"September tahun ini kami harap setidaknya lima blok USO sudah terhubung. Ini untuk menciptakan e-Indonesia. Sebab, USO tak hanya untuk telepon saja, tapi juga akses internet yang langsung bisa dimanfaatkan masyarakat desa," demikian ia memaparkan.

Dari tujuh blok yang ditender, menteri mengaku telah mengantungi nama pemenang tender untuk dua blok (2 dan 7). Sementara, sisanya masih dalam taraf negosiasi. "Tunggu saja. Besok akan kami umumkan pemenangnya," tandas Nuh. ( rou / rou )

Ardhi Suryadhi - detikinet