Selasa, 11 Mei 2010

6 Free Websites for Learning and Teaching Science

Science Beakers ImageFrom robotics to space research, from physics to computer science, the Internet is a vast trove of information about the sciences. Resources such as Wikipedia (and its easy-on-younger-minds counterpart, Simple English Wikipedia) and online video make the process of learning about and teaching science subjects much easier than ever before.

Rather than resorting to yet another 600-page textbook, next time you’re hard up for understanding or inspiration, check out one of these six websites that offer information on the sciences. And particularly if you’re a scientist or educator yourself, let us know in the comments where you hang out online to learn about and discuss your favorite science topics.

1. Scitable

If genetics and evolution are of interest to you, Scitable is a must-see resource. This free (paid for by sponsorships from brands) science library acts as a classroom resource as well as a personal learning tool. The site comes from Nature Publishing Group, a reputable publisher of science-related materials. Users can pursue topics in learning paths or build online classrooms of their own. The site has an “ask the expert” feature that is staffed by four internal PhDs who help students answer series of questions with a turnaround time of less than 48 hours. Most importantly, the articles and information on this site are peer-reviewed for journal-level quality.

Cool Fact: “Genetic drift describes random fluctuations in allele frequencies in populations, which can eventually cause a population of organisms to be genetically distinct from its original population and result in the formation of a new species.”

Must-See Page: Student Voices, a blog about science by students, for students.

2. iTunes U

More than 600 universities — including Stanford, Yale and MIT — distribute lectures, slideshows, PDFs, films, exhibit tours and audiobooks through the iTunes Store. The U also includes content from public broadcasting outlets and public libraries. For educators, iTunes U can be useful for the distribution of syllabi, notes, schedules and other important documents. The Science section contains multimedia content on topics including agriculture, astronomy, biology, chemistry, physics, ecology and geography. Beware: iTunes U just might be the most education time sink since Wikipedia ().

Cool Fact: “This immense machine will recreate, on a tiny scale, conditions that existed just after the Big Bang. It is hoped that the Large Hadron Collider will provide a glimpse of the theoretical Higgs boson and explain the origin of mass.”

Must-See Page: A series of lectures on entomology, the study of insects, from Texas A&M.


If the firmament is your thing, look no further than This site is a massive repository of information on the heavenly bodies, including space flight missions and space-related technologies. Multimedia features let users watch videos of solar eruptions or view galleries of photographs of Saturn’s rings. A team of space news veterans also present the weekly video series, “This Week in Space.”

Cool Fact: “Future satellites could deploy solar sails to help take down pieces of space junk floating around Earth and a tiny new spacecraft hopes to make it possible.”

Must-See Page: For the stargazers, a calendar of celestial events that will take place in 2010.

4. Scientific American

With subtopics in the categories of basic science, space, medicine, energy, evolution and more, Scientific American’s website is one of the most thorough resources available online for learning and teaching science. The site also hosts a bevy of blogs and 60-second podcasts — perfect supplements to the well-rounded roster of news articles and in-depth features offered. And of course, an important aspect of the site is its link to and content from Scientific American magazine.

Cool Fact: “Feathers developed differently in dinosaurs’ life cycles than in those of modern birds. A rare fossil find of two young feathered theropods has revealed that these animals sprouted a much wider range of plumage as they matured than contemporary birds do.”

Must-See Page: Expeditions, field notes from the far edges of exploration.

5. PhysicsCentral

Physics is a topic of fascination for many curious minds, young and old. This site, a product of the American Physical Society, offers features that help researchers communicate their passion for physics to students of all ages. PhysicsCentral offers a hub of information, from how physics makes the world around us “work” to how physics applies to current events, with a decidedly kid-friendly bent.

Cool Fact: “A free-floating ball of plasma (electrically charged gas) is created when electricity is discharged into a solution.”

Must-See Page: Physics in Pictures features exciting illustrations of nature’s infinite variety and humankind’s ingenuity.

6. Learn About Robots

This resource is more 1.0 than the rest of the community-oriented, feature-rich sites we’re exploring today, but we can’t resist a site that’s all about robots. Most robotics sites cater to postgraduate academics or hobbyists and professionals in the field of robotics. For the casual and curious learner, this site is a great starting point. It features a not-so-frequently updated but still fascinating blog as well as encyclopedic information given in formats that are simple to digest and understand. The site houses sections on undersea and airborne robots, on nuclear and military robots, on space robots, and on the basics of how robots work and who builds them. In short, if you want to know more about a particular area of robotics, Learn About Robots is a good jumping-off point to explore the web for more information.

Cool Fact: “The folks working on the first atomic bombs pretty much defined telerobotics in this country. They had no other way of working with the radioactive materials.”

Must-See Page: Jobs in Robotics , a fascinating read for the young and ambitious… or unemployed and curious.


Senin, 22 Februari 2010

Cerita Miring Dokter Indonesia di Time

(Foto: Time)

Jakarta, Orang Indonesia tentunya sudah hapal sistem kesehatan di Indonesia yang masih jauh dari maksimal. Tapi kalau cerita miring soal kredibitas dokter Indonesia sampai diulas secara internasional tentunya harus menjadi perhatian khusus.

Situs majalah Time edisi 17 Februari 2010 memaparkan sebuah esai panjang tentang bagaimana memprihatinkannya kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia. Tulisan tersebut ditulis wartawan Jason Tedjasukmana, yang menjadi koresponden untuk Time Asia.

Intinya si jurnalis ingin menceritakan minusnya pelayanan kesehatan di Indonesia. Berkaca dari pengalaman pribadinya yang menderita sakit mata. Di saat tak ada satu dokter Indonesia pun yang bisa mendiagnosis penyakitnya, dokter Amerika bisa mengetahuinya hanya dalam 5 menit.

Seperti dikutip dari Time, Selasa (23/2/2010), Jason menceritakan kisahnya.

Saya tidak pernah menduga akan menceritakan sistem kesehatan di Indonesia yang buruk. Meski saya merasa ragu dengan prosedur kesehatan di negara yang sudah saya tempati sejak tahun 1994 ini, tapi saya cukup percaya dengan dokter-dokter lokal di Indonesia. Tapi ternyata saya salah.

Pada April 2009, mata kanan saya mulai gatal dan memerah. Penglihatan saya mulai kabur tapi saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mata saya. Akhirnya saya menemui dokter dan disarankan untuk menemui spesialis karena masalahnya diperkirakan ada pada kornea.

Saya pun mengikuti sarannya, tapi setelah berkeliling dan menemui banyak dokter spesialis mata di Jakarta, keadaan mata saya justru semakin memburuk. Seminggu kemudian, saya memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mencari pengobatan di luar, tapi ternyata sudah terlambat.

Kondisi kornea saya sudah terlanjur rusak. Dokter di Singapura tempat saya berkunjung dan juga hampir kebanyakan orang Indonesia yang ingin berobat menyarankan agar dilakukan transplantasi kornea jika teknik lainnya gagal. Akhirnya saya memutuskan pergi ke Amerika untuk mencari jalan lain.

Menurut saya, sistem pelayanan kesehatan di Indonesia jauh dari memadai. Hal tersebut diakui pula oleh mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Kartono Mohammad. "Kita tidak punya sistem kesehatan. Tidak ada kontrol terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Indoensia," ujar Dr Kartono.

Untuk tahun 2010, menteri kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih telah mengalokasikan dana sebesar 2,2 miliar dolar AS atau Rp 22 triliun untuk anggaran kesehatan, tapi angka itu dianggap masih kurang dan seharusnya sebesar 110 miliar miliar dolar (Rp 110 triliun). "Tentu saja itu masih belum cukup, tapi sistem pelayanan kesehatan sudah termasuk di dalamnya," tutur Endang.

Tentu saja tidak mengejutkan jika ratusan warga Indonesia meninggal tiap tahunnya akibat tuberculosis, malaria, demam berdarah dan penyakit lainnya. Tapi yang membuat saya bingung adalah bagaimana sebuah penyakit mata yang saya alami tidak terdiagnosa oleh satu pun dokter, padahal penyakit itu bisa memicu kebutaan.

Saya terpaksa pergi ke Amerika karena enam dokter di Indonesia sudah tidak bisa menjelaskan penyakit tersebut. Berbeda dengan dokter Indonesia, seorang dokter di Michigan langsung bisa mendiagnosis masalah dalam 5 menit.

"Anda terkena penyakit vernal conjunctivitis. Jika dokter di sana melihat dan memeriksa bagian di bawah kelopak mata Anda, penyakit ini sebenarnya bisa langsung ketahuan," ujar dokter Michigan yang memeriksa Jason.

Menurut Jason, sebenarnya para dokter di Indonesia sudah memeriksa bagian tersebut. Tapi tidak ada satu dokter pun yang menyadarinya dan melewatkannya begitu saja. Dokter di Jakarta hanya memberi steroid untuk mengurangi pembengkakan padahal setelah diperiksa di Amerika, pemakaian steroid justru akan memperparah keadaan.

Dokter di Jakarta juga melakukan pembersihan mata dengan cara mengurangi lapisan mata. Harapannya yaitu agar tumbuh lapisan baru di atas lapisan kornea yang rusak. Namun sakit yang dirasakan seperti ada keramik atau kaca yang ditusuk ke dalam mata saya.

Sebenarnya saya ingin menggugat dokter tersebut tapi Dr Kartono dan pakar kesehatan lainnya mengatakan bahwa kemungkinan memenangkan kasus malpraktik di Indonesia sangatlah kecil bahkan penggugat bisa jadi harus membayar kerugian yang lebih besar.

Setelah 9 bulan mengeluarkan ribuan dolar dan menjalani prosedur pengobatan di Amerika, 50 persen penglihatan saya sudah kembali normal. Meski saya masih merasa pusing dan tidak nyaman dengan ketidakseimbangan penglihatan kiri dan kanan, tapi saya optimistis mata saya akan kembali normal.

Saya sangat beruntung karena bisa mencari pengobatan di luar, tapi bagaimana dengan mereka yang tidak mampu dan tidak tahu harus berobat kemana? Semakin saya bertanya pada dokter-dokter di Jakarta, semakin banyak kekhawatiran dan cerita horor yang timbul.

Kasus Prita Mulyasari yang berani mengkritik sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah satu contoh bahwa ada yang salah dengan sistem kesehatan di Indonesia. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan setelah ini, tapi saya menyarankan agar Prita punya keberanian untuk menantang sistem yang sudah banyak mengorbankan orang banyak.

Nurul Ulfah - detikHealth


Kamis, 18 Februari 2010

Paul King, Jutawan Berkat Charger Ponsel

INILAH.COM, Jakarta - Teknologi baterai saat ini, tak sepadan dengan ponsel canggih dengan GPS, Wi-Fi dan Bluetooth yang menguras energi. Walhasil bisnis mesin charger menjadikan Paul King jutawan.

Paul King sedang menuju bandara Pittsburgh pada 2006 ketika tiba-tiba ponselnya mati karena baterai habis. Mahasiswa Carnegie Mellon itu juga baru sadar, kunci rumah teman sekamarnya juga ikut terbawa.

Jika ia tidak menelepon maka temannya akan terkunci di luar kamar sepanjang akhir pekan. Tetapi tanpa akses ke ponselnya, dia tidak tahu nomor telepon temannya itu. King akhirnya mengemudi pulang ke rumah dan meninggalkan kunci di bawah keset. Ia akhirnya terlewatkan penerbangan ke Miami.

Saat diperjalanan, King melewati sejumlah ATM dan toko-toko yang nyaman.

Kemudian ide itu muncul. Ketika orang bisa mengambil uang di mana saja, tapi mengapa tidak bisa mengisi baterai ponsel di mana saja?

Dua tahun kemudian, King memutuskan akan menciptakan sebuah mesin charger otomatis atau automated charging machine (ACM). Namun ia baru sadar seseorang telah mendahuluinya.

Sebuah perusahaan bernama TCN China telah mengembangkan suatu mesin publik isi ulang telepon seluler, dan ribuan unit telah dijual di negeri itu. King tidak menyerah. Sebaliknya, ia mendekati perusahaan itu dan meminta untuk menjadi distributor eksklusif di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.

Akhirnya bisnis King yang berbasis di New York, Hercules Networks mendapat

US$1,5 juta dari investor, termasuk dari pengembang real estate Miami Michael Gold dan sebuah kelompok yang dipimpin pengusaha David Walke.

TCN setuju untuk menambahkan layar di mesin dan menampilkan pesan iklan.

Sementara penggunanya dikenakan biaya US$2 hingga US$5 untuk mengisi ponsel. "Tidak ada yang mengatakan bahwa ide itu buruk," kata King (25).

Dia menghadapi peluang yang jelas. Ponsel yang ada saat ini ini jauh lebih besar mengkonsumsi energi dengan prosesor dan fitur canggih termasuk GPS, Wi-Fi dan Bluetooth. Sebaliknya kekuatan baterai tidak sebanding dengan peningkatan fiturnya.

"Teknologi baterai mungkin 10 tahun tertinggal dari teknologi ponsel, dan smartphone sangat besar menghisap daya," kata Will Stofega, analis telepon selular di IDC Research di Boston.

Namun King bukanlah satu-satunya yang berusaha mengkapitalisasi masalah itu. Pembuat handset raksasa Samsung telah memasang stasiun pengisi baterai gratis di berbagai lokasi termasuk bandara dan kampus.

"Kami berharap untuk membangun sebuah hubungan emosional dengan konsumen," kata Tim Titus, direktur Samsung Mobile di Dallas. "Kami terus memelototi tempat-tempat untuk menempatkan pengisi ulang ponsel."

Sejauh ini, Hercules Networks berhasil masuk ke tempat-tempat yang belum disentuh oleh Samsung. Perusahaan itu telah memasang ACM di kasino di Las Vegas, taman hiburan, bar dan klub. Berikutnya, perusahaan itu menargetkan pusat perbelanjaan.

Perusahaan yang hanya memiliki sembilan karyawan ini berhasil meningkatkan pendapatan tiga kali lipat pada tahun 2009, dan King berharap bisnisnya bisa mencapai US$2 juta penjualan pada tahun ini.

King berhasil menarik pengiklan termasuk AT&T, Target, Google, Bank of America, GM dan Cadillac. Sementara Men's Wearhouse juga mempertimbangkan untuk membeli generasi baru pengisi daya Hercules, dan berharap orang yang sedang cuci mata jadi berbelanja. [mdr]

Budi Winoto

Senin, 15 Februari 2010

RPM : Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Konten Multimedia 2010

RPM yang ini? , wah ... tentu bukan, RPM yang sedang Hot di Indonesia ini adalah Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Konten Multimedia.

Sperti apa sih? ... lihat disini : (RPM Konten) pekan lalu (o2/2010).

Rabu, 10 Februari 2010

Google Kembangkan Penerjemah Suara Otomatis

MOUNTAIN VIEW, - Alangkah asyiknya kalau semua orang bisa saling menelepon siapa saja tanpa halangan bahasa. Mimpi inilah yang coba diwujudkan Google dengan mengembangkan translator suara otomatis yang akan menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya.

"Kami pikir penerjemah suara ke suara mungkin dan bisa diwujudkan dalam beberapa tahun saja," ujar Franz Och, kepala layanan penerjemah Google seperti dilansir Times Online. Ia percaya penerjemah suara ke suara mungkin silakukan jika tingkat akurasi mesin pengenal suara dan penerjemah bahasa ditingkatkan kemampuannya lagi. Ia katakan Google tengah melakukan riset untuk mewujudkannya dalam beberapa tahun ke depan.

Google saat ini sudah memiliki layanan penerjemah untuk 52 bahasa di sleuruh dunia dengan database yang terus ditambah akurasinya. Selain itu, Google juga memiliki mesin pengenal suara yang saat ini dipakai pada aplikasi layanan pencarian di smartphone.

Sistem yang sedang dikembangkan akan mengombinasikan kedua teknologi dan menggunakan database Google yang aktif mengindeks bahasa dari berbagai situs di seluruh dunia. Namun, diakui tidak mudah membuat mesin penerjemah suara karena setiap penutur punya dialek, aksen, dan cara bicara yang berbeda-beda.

"Namun, mesin pengenal seperti ini akan efektif digunakan di ponsel sebab secara alami sangat personal bagi pemakainya. Ponsel akan mengenali gaya bicara dari rekaman-rekaman suara sebelumnya," ujar Och.

Mesin seperti ini bukanlah yang pertama ada. Apple sudah lebih dulu merilis aplikasi penerjemah suara di iPhone dengan nama Jibbigo meski saat ini baru tersedia untuk penerjemah bahasa Inggris ke Spanyol dan Inggris ke Jepang. Dengan dukungan dana dari Badan Pertahanan AS melalui proyek DARPA, akankah mesin buatan Google akan lebih mumpuni?

Rabu, 03 Februari 2010

Hadapi AS, China Bikin Sistem Operasi Kylin

Washington - China seakan tiada henti membangun kapabilitas pertahanan cybernya. Kabar terbaru, negeri Tirai Bambu itu telah meng-install sistem operasi ciptaan sendiri bernama 'Kylin' di komputer pemerintahan dan militer.

Ilustrasi (foxnews)

Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Rabu (13/5/2009), Kylin didesain sedemikian rupa sehingga diklaim tidak bakal bisa dibobol utamanya oleh Amerika Serikat (AS). Eksistensi Kylin disingkap oleh parlemen AS saat membahas upaya China menandingi kemampuan cyber AS.

Kevin Coleman, akhli sekuriti yang turut mendiskusikan Kylin dengan pemerintah AS menyatakan kalau sistem operasi tersebut dikembangkan sejak 2001. Implementasinya dimulai pada tahun 2007.

"Kapabilitas cyber kita tidak efektif melawan mereka. Senjata cyber China didesain untuk menghadang baik Linux, UNIX maupun Windows," jelas Coleman

Bahkan tak sekadar sistem operasi semata, China ternyata juga mengembangkan mikro prosesor yang tangguh sehingga sulit diakses cracker maupun program jahat. Coleman pun menandaskan kombinasi ini membuat pertahanan cyber China amat kuat, sebanding dengan AS dan Rusia.

Selain itu seperti sering diberitakan, China juga tidak segan membobol sistem komputer AS untuk mengakses informasi sensitif. Laporan terbaru US-China Economic and Security Review Commission pun memperingatkan keagresifan China menyerang AS. ( fyk / ash )

Fino Yurio Kristo - detikinet

Rabu, 27 Januari 2010

Techno Ekonomic, Menyusupkan Teknologi dalam Ekonomi

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Penerapan teknologi diyakini akan semakin mempengaruhi serta meningkatkan perkembangan ekonomi. Sayangnya masih banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) masih belum menerapkan teknologi dalam usahanya.

Demikian diungkapkan oleh Meriza Hendri, dosen managemen Universitas Widyatama saat berbincang dengan detikINET di Cabe Rawit, Jalan Teuku Umar.

Dalam hasil penelitian yang dilakukannya di Kota Bandung, terkuak fakta bahwa para pelaku UKM sudah melek teknologi. Namun belum bisa memanfaatkan teknologi tersebut bagi kegiatan usahanya.

"Iya mereka melek teknologi, tapi bagaimana teknologi ini bisa mendukung kegiatan usahanya ini yang belum banyak dilakukan. Kebanyakan dari mereka lebih banyak menggunakan cara-cara atau model bisnis konvensional. Masih sedikit yang bergerak di bidang industri kreatif yang menggunakan teknologi," paparnya.

Di Bandung, imbuhnya, walaupun terkenal dengan kota industri kreatif, namun pelaku industrinya masih belum sepenuhnya menggunakan teknologi sebagai penopang bisnis.

"Saat ditanya punya Facebook, mereka mengaku punya. Tapi hanya sebatas punya dan untuk main-main saja. Tidak mereka gunakan untuk promosi usahanya misal. Atau memanfaatkan internet untuk mengembangkan teknologi," ungkap pria yang juga konsentrasi di bidang marketing dan enterpreneur ini.

Menurut Meriza, perkembangan teknologi saat ini sangatlah cepat. Sehingga mempengaruhi kegiatan perekonomian bangsa di dunia. "Teknologi tidak saja mempengaruhi industri manufaktur, tapi juga industri jasa yang memiliki sifat intangible," jelasnya.

Konsep Techno Ekonomic sendiri telah memberikan pengaruh pada penurunan biaya, proses produksi dan pengaruhnya pada lingkungan.

Meriza mencontohkan China sebagai satu negara yang menggunakan teknologi untuk perkembangan industrinya. Menurutnya, China sebagai negara dengan penduduk terbesar di dunia telah menjadi negara yang berpengaruh dalam bidang ekonomi karena ditopang oleh teknologinya.

"Mereka mampu menciptakan berbagai barang yang dapat diekspor ke berbagai negara termasuk ke Indonesia. Mereka benar-benar menerapkan teknologi bahkan untuk industri rumahan di sana," ungkapnya.

Andrian Fauzi - detikinet
( afz / ash )

Jumat, 15 Januari 2010

Hacker Cantik dari Negeri China

Mundurnya Google dari China menunjukkan dahsyatnya komunitas hacker di negeri tersebut.

Xiao Tian, pemimpin kelompok hacker khusus wanita (

VIVAnews - Google baru-baru ini menyatakan siap mengundurkan diri dari China dan menutup seluruh operasional mereka di sana. Alasannya, raksasa mesin pencari itu sudah tidak tahan dengan gelombang serangan yang dilancarkan para hacker asal negeri tirai bambu tersebut.

David Drummond, Senior Vice President, Corporate Development and Chief Legal Officer Google menyebutkan, pihaknya mendapati adanya ‘serangan yang sangat canggih’ yang berasal dari China terhadap infrastuktur Google.

“Serangan-serangan ini membuat kami memutuskan untuk meninjau kelayakan operasi bisnis kami di China,” sebut Drummond blog resmi Google, 12 Januari 2010.

Langkah Google yang memilih mundur dari China menunjukkan dahsyatnya komunitas hacker di negeri tersebut.

Sampai Juli 2008, diperkirakan terdapat 4 juta orang hacker yang tergabung dalam berbagai komunitas hacker. Salah satunya adalah kelompok hacker khusus wanita yang menamakan diri Cn Girl Security Team.

Kelompok hacker ini dipimpin oleh gadis kelahiran Hunan, 6 September 1989 bernama Xiao Tian.

Dalam benak, kita mungkin membayangkan bahwa tipikal seorang hacker adalah remaja yang beranjak dewasa, dengan penampilan seadanya – kalau tidak dibilang buruk rupa – dengan kacamata tebal, perokok berat, rambut acak-acakan tak terawat dan jarang mandi karena menghabiskan sebagian besar hidupnya di depan komputer.

Xiao Tian, pemimpin kelompok hacker khusus wanitaTernyata tidak demikian dengan Xiao Tian. Meski menyebutkan ia sering begadang dan sesekali merokok, tetapi penampilannya sangat apik. Sepintas, melihat penampilannya, Anda mungkin tak akan menyangka bahwa ia merupakan pimpinan dari kelompok hacker yang anggotanya mencapai lebih dari 2.200 orang hacker wanita.

Xiao Tian menyebutkan, ia membuat kelompok tersebut karena ia merasa bahwa perlu ada tempat bagi gadis remaja sepertinya, yang merasa tersingkirkan dari dunia hacker yang disesaki oleh hacker pria yang menganggap bahwa hacker wanita tidak memiliki skill yang cukup.

Perlahan tapi pasti, Xiao Tian dan kelompok hackernya mulai menerobos dominasi pria di dunia hacking. Mereka mengincar status selebritis yang disandang oleh para hacker di China sekaligus membuka peluang ‘karir’ yang menggiurkan yang tersedia bagi hacker yang memiliki reputasi tinggi.

Meski anggota klub hacker Xiao Tian masih relatif kecil dibandingkan dengan populasi hacker di China, akan tetapi ‘organisasi’ hackernya mungkin merupakan salah satu kelompok hacker perempuan terbesar di China.

Contoh hasil karya hacker China

Scott Henderson, seorang pensiunan tentara AS yang merupakan pengamat dan penulis The Dark Visitor: Inside the World of Chinese Hackers pernah menyebutkan pada DNA India. “Aspek unik dari hacker China adalah rasa nasionalisme dan kolektivitas. Ini kontras dengan stereotip hacker barat yang umumnya mandiri dan bekerja secara individual di ruang bawah tanah tempat tinggal mereka,” ucapnya.

Akan tetapi, belakangan, kecenderungan yang terjadi adalah ‘tentara cyber’ tersebut terpecah-pecah dan membentuk kriminal kapitalis dan mulai meninggalkan rasa nasionalisme mereka.

Meski demikian, Henderson menyebutkan, suatu saat jika ada konflik yang melibatkan China, hacker tentu akan memobilisasi kelompok mereka dan terlibat dalam perang dunia maya. Dan jika saatnya tiba, ‘jenderal’ Xiao Tian mungkin akan menjadi salah satu pemimpin pasukan tentara China tersebut.

Jum'at, 15 Januari 2010, 13:52 WIB

Muhammad Firman -

Senin, 04 Januari 2010

Vote For Free MySQL

Buat rekan-rekan yang bergerak di bidang IT, mohon bantuannya untuk

mendukung MySQL agar tetap jadi free software

Yuk mari kita dukung free MySQL.

---------- Forwarded message ----------

From: <monty@helpmysql. org>

Date: Fri, Jan 1, 2010 at 7:03 AM

Subject: Help save MySQL; Sign the petition



I am contacting you because you have in the past shown interest in

MySQL and from that I assume you are interested in the future

well-being of MySQL.

Now you have a unique opportunity to make a difference. By signing

the petition at you can help affect the

future of MySQL as an Open Source database.

You can find more information of this on my latest blog post at:

Help us spread the world about this petition! is available in 18 languages and every vote

is important, independent of from where in the world it comes!

If you know people that are using MySQL, please contact them and

ensure they also sign the petition!



Creator of MySQL

PS: If you already have signed the petition or know about it, sorry for

reminding you about this! Because of the importance of this issue,

I am trying to contact every person that I have ever communicated

with regarding MySQL.

[Non-text portions of this message have been removed]