Senin, 21 Januari 2008

Bantuan Dari Grameen Bank : Muhammad Yunus

Biasanya ketika makan disebuah warung pinggir jalan langgananku sperti biasa sebelum makan rutinitas-nya adalah nyari-nyari koran bekas yang akan dibuat untuk melapisi pembungkus nasi yang biasanya ditaruh ibu warung itu di atas etalase makanan atau di bagian atas lemari tempat menyimpan gelas

Paling seneng kalo pas dapet koran yang nggak begitu lama tanggal terbitnya, tapi yaa .... lama nggak papa lah, karena kalo sambil baca jadi lebih nikmat makannya

Nah beberapa hari kemarin, .... nemu koran yang disitu ada berita dan wawancaranya Dr Muhammad Yunus Grameen Bank Bangladesh ketika di indonesia, wah ternyata luarbiasa, .... tapi ada beberapa kalimat yang membuatku terkesan begini kalimatnya :


"Sistem keuangan saat ini tidak lengkap dan eksklusif karena hanya melayani sebagian orang. sebagian lainnya tidak teraih tanpa alasan apapun. kami sudah membuktikan ada sistem keuangan untuk orang miskin yang berkelanjutan.

Kita butuh uang untuk mendapatkan uang, tetapi tidak ada sistem untuk mendapatkan uang pertama. Jadi orang tetap bergantung pada orang lain ..... "




wah ........... kalo dipikir-pikir ya memang sperti itu yang terjadi, ..... ayo kita rubah sistem itu!!!!! .. dengan yang sebaliknya

ini berarti law attraction-nya the secret dah aktif nih


salam


Tentang Muhammad Yunus :

Nama : Muhammad Yunus
Tempat & Tanggal Lahir : Chittagong, Banglades, 29 Juni 1940
Keluarga : Afrozi Yunus (istri) dan dua anak
Pendidikan :
1965 : Beasiswa Fulbright dilanjutkan dengan program doktor ekonomi di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee

Karier :
1972 : Ketua Departemen Ekonomi Chittagong University
1974 : Kelaparan hebat di Bangladesh mengubah hidup Muhammad Yunus.

Tahun 1975-1976 dia memimpin mahasiswanya kuliah lapangan ke Jobra, dekat desa Chittagong, memperkenalkan perbaikan tekhnik bertanam padi dan mendirikan koperasi irigasi. Dia menyadari usahanya itu tidak menyentuh orang paling butuh bantuan : mereka yang tidak punya tanah, aset, orang desa yang miskin.

Maat itulah ia bertemu seorang pembuat kursi yang meminjam dari lintah darat kurang dari 1 dollar AS untuk modal, tetapi si lintah darat menentukan segalanya. Dengan bantuan mahasiswanya, dia menemukan 42 perempuan dengan nasib sama.

Muhammad Yunus meminjamkan uangnya 27 Dollar AS sebagai modal kepada 42 perempuan itu, Itulah awal Grameen Bank atau Bank Desa




Tidak ada komentar: