Minggu, 08 Maret 2009

Amazon dan Google Berhadapan di Bisnis e-book

Pembaca e-book Kindle 2 buatan Amazon.com saat ditampilkan pertama kali secara resmi Senin (9/2).




















Persaingan bisnis e-book akan semakin seru memasuki awal tahun ini. Google disebut-sebut akan masuk ke arena bisnis e-book melalui Book Serach. Peluncuran Kindle 2, pembaca e-book yang lebih menjanjikan dari Amazon.com, Senin (9/2) lalu akan menjadi pesaing berat bagi proyek baru Google tersebut.

Rencana Google dalam layanan Book Search di atas kertas memang sangat menjanjikan. Selain menyediakan akses online melalui browser web di komputer, layanan tersebut juga akan dibawa ke ranah ponsel. Google sudah mengumumkan kerja samanya dengan produsen iPhone, Apple, dan pencetak ponsel yang menggunakan Android untuk memuluskan rencana tersebut. Layanan mencari dan membaca buku secara gratis milik Google itu kini sedang dalam penyempurnaan dan akan segera bisa diakses lewat ponsel.

Seperti 'tersengat' oleh pengumuman Google tentang Book Search-nya itu, Amazon.com pun buru-buru mengeluarkan Kindle 2, pembaca e-book yang menjanjikan kinerja lebih baik daripada versi sebelumnya. Langkah Amazon tak kalah ambisius karena dialah retail online terbesar di Internet yang sudah menjual buku-buku digital.

Pihak Amazon menggelontorkan rencana itu setahun setelah mereka terbilang sukses dengan jualan Kindle versi pertama. Sejak setahun lalu itu, Amazon berhasil menjual layanan buku elektronik tersebut seharga 359 dollar AS atau sekitar Rp 3,7 juta.

Amazon pun mulai melirik jaringan seluler. Melalui jaringan selular, e-readers bisa mengunduh koleksi buku Amazon yang saat ini memiliki 230 ribu judul buku di peranti Kindle tersebut. Tak ubahnya Book Search besutan Google, judul buku-buku itu juga bakal mereka pasarkan lewat ponsel.

Melihat rencana Amazon dan Google ini, kiranya pasar e-book masih cukup luas dan menjanjikan. Jika selama ini hanya Amazon.com dengan Kindle-nya dan Sony dengan Sony Reader-nya yang bermain pasar ini, kelak vendor ponsel pun masuk dan bersaing.

Sisi lain hasil temuan Asosiasi Barang elektronik Konsumen Amerika (CEA) pun menjanjikan pasar ini, bahwa perolehan uang dari penjualan e-book reader meningkat 265 persen pada tahun lalu. Tahun ini, mereka memprediksi penjualan tersebut bakal meningkat 110 persen.

Kompas.com Selasa, 10 Februari 2009

4 komentar:

masjaliteng mengatakan...

Senang baca sih,cuma cape kalo di depan monitor terus...

Madu Nektar mengatakan...

tenang boss, ... tar kan da layar mirip kertas, .. ga bikin sakit mata .. he he he

Elsa mengatakan...

semoga aja emang bener ada layar mirip kertas. kan sayang mataku nanti kalo harus pake kacamata... hehehehe

Madu Nektar mengatakan...

Iya .. InsyaAllah tar kertas ga dipake lg, .. bagus kan hutan ga ditebangin semena2 buat kertas ... thats technology do

hi hi hi, ... lum kbayang elsa pake kacamata, kcuali kacamata gaya, ... itu sih dah pernah liat ...